Selasa, 22 Januari 2013
Tititan Rindu #2
Selasa, 15 Januari 2013
Titian Rindu
Jumat, 11 Januari 2013
Menulis itu...
Minggu, 01 Juli 2012
Tentang Mendahulukan Orang lain

Bismillah..
Selalu dengan menyebut nama-MU ya Allah
Agar senantiasa mengalir pengampunanmu atas bait kata yang hamba lalai menatanya
Di sebuah tempat... dengan teman seorang Tornado Fan... berbeda sangat dengan kipas di rumah yang harus kami congkel2 dulu baru mau berputar. Kencang sangat.
21:50 WIB
Waiting for my Imam... Semoga nanti yang di dalem ini rajin kajian juga kek ayah :)
Mmm... hari ini rasanya saya mau sedikit berbicara tentang mendahulukan kepentingan orang lain, tentu saja berlaku kalau mendahulukan orang lain itu tidak akan mencelakakan kita. Mmhh... kenapa ketika menulis kalimat barusan tadi saya jadi teringat kisah 3 sahabat yang kemudian meninggal karena sedang sekarat akibat perang. Ketiganya sama-sama kehausan, namun air yang ada Cuma cukup untuk satu orang. Ketiganya saling mendahulukan, tolak-tolakan. “Kamu saja yang minum,” begitulah mungkin kata2 sama mereka sampai akhirnya mereka meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan... Sejarah mencatatnya sebagai kuatnya rasa cinta mereka, sehingga sampai hal yang berkaitan nyawa pun mereka rela memperuntukkannya untuk sang saudara.
Apa gerangan yang membuat mereka serupa itu? Air itu sumber kehidupan mereka, sedangkan porsinya hanya cukup untuk satu orang... Oh... shirah ini membicarakan tentang cinta. Kecintaan pada saudara karena Allah. Ya.. karena Allah.. Mereka sama-sama berperang di jalan Allah dan menghembuskan nafasnya dengan senyum cinta kepuasan karena sudah berhasil itsar. Mendahulukan saudaranya. Bukankah dalam sebuah hadits dikatakan, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”?
Terkadang, untuk hal-hal kecil yang tidak berkaitan dengan nyawa, bahkan tidak mengancam apapun dari kita.. kita masih sulit untuk mengulurkan tangan lebih segera. Merespon cepat sebuah permintaan bantuan. Meminjamkan barang sebentar sebuah barang yang mungkin saat itu sangat diperlukannya. Atau juga memberi sedikit uang, mungkin justru menjadi penyambung hidup bagi mereka.
Ah... Padahal.. Padahal mencintai saudara adalah salah satu bagian dari kesempurnaan iman. Mendahulukan kepentingan saudara sama halnya... Sahabat, maafkan saya yang mungkin tak cepat merespon jika kalian butuh pertolongan. Maafkan saya jika abai saat kalian mengeluh. Saya masih belajar dan ajarkan saya. Ajarkan saya mencintai kalian sebagaimana saya mencintai diri saya sendiri, cinta yang datang karena kesamaan iman. Keserupaan visi, bahwa kita hidup untuk kembali. Bahwa kebaikan adalah segalanya.. yang akan menjadi bekal dalam melanjutkan perjalanan usai etape ini..
Salah seorang tokoh dari agama sebelah pun juga pernah mengatakan, untuk apa hidup kita ini kalau tidak untuk bermanfaat bagi orang lain? Sebuah ungkapan pertanyaan yang merupakan pernyataan.
Rasulullah pun dengan gamblang mengatakan manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Tentu yang dimiliki oleh jiwa yang luwes, bisa duduk di permadani sekaligus tak janggal duduk di jerami. Merunduk ketika tambah tinggi. Dan tak meringis ketika si kumal meminta bantuannya untuk melakukan sesuatu. Rasulullah saja yang sempat bermuka masam pada saudaranya ditegur oleh Allah, lantas kepada kita??? Sudah berapa teguran yang kemudian harus Allah tudingkan kepada kita karena sikap kurang baik terhadap saudara. Sikap acuh kepada mereka yang membutuhkan.
Astagfirullah..
Maafkan saya para sahabat. Yang sering lalai dalam menunaikan hak-hak ukhuwah sahabat...
Tulisan saya untuk instropeksi diri saya yang begitu penuh kekurangan dan cacat dimana-mana. Jika kurang berkenan maafkan. Bagi yang dengan paksa saya tandai.
Kamis, 24 Mei 2012
Soal Teori dan Praktik
Senin, 05 Maret 2012
Tidak untuk Kenaikan BBM
Kajian kasar menunjukkan bahwa kenaikan BBM dapat dipastikan akan meningkatkan inflasi. Harga-harga barang dan jasa khususnya kebutuhan pokok yang belakangan ini telah melonjak, dipastikan akan semakin meroket disamping akan semakin memukul sektor usaha. Menurut perkiraan Kemenkeu kenaikan rata-rata 30 persen akan meningkatkan inflasi menjadi 11 persen. Dampaknya dengan mudah dapat ditebak, masyarakat menengah ke bawah yang selama ini menjerit dan menderita akibat kesulitan memenihi kebutuhan sehari-hari akan semakin merana. Angka kemiskinan yang kini menjapai 36,8 juta orang dipastikan akan bertambah. Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi memperkirakan, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi mengakibatkan orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 15,68 juta jiwa. Pemberian subsidi langsung kepada rakyat miskin tidak akan efektif sebagaimana yang dilakukan pemerintah tahun 2005 untuk menekan laju kemiskinan. Angka kemiskinan justru semakin meningkat. Belum lagi dampak sosial dari kenaikan ini berupa peningkatan angka putus sekolah, peningkatan tingkat kriminalitas dan gangguan kesehatan akan terus mewabah.
Hingga saat ini wakil kita (DPR-red) sedang menguras otak (semoga saja) di gedung DPR RI sana. Masih ada harapan kalau mereka akan memberikan keputusan terbaik untuk semua lapisan rakyat Indonesia. Tentu saja ada yang dirugikan dalam kebijakan ini namun yang namanya kebijakan, memang harus benar-benar bijak. Mana yang paling sedikit mudharatnya, minimal itulah yang menjadi pilihan untuk sebuah keputusan. Keputusan yang tidak membuat rakyat kecil tambah merasa putus asa, ah, memang sudah ketentuan ternyata kalau orang miskin tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah. Ditindas, dikacangi, itu seolah sudah menjadi keharusan bagi mereka. Padahal nun jauh di ruang ber-AC nan nyaman di sana, ada ‘wakil’ mereka.
Lagi-lagi, kita masih bisa berharap, bahwa para ‘wakil’ ini akan memikirkan nasib rakyat kecil di atas segalanya. Pemerintah mengungkapkan hasil penghematan subsidi BBM akan dimanfaatkan ke beberapa hal berikut: diversivikasi (penganekaragaman) BBM ke BBG, melengkapi infrastruktur pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi, penambahan infrastruktur energi, seperti pembangunan kilang minyak dan lain-lain dan yang terakhir adalah untuk mendukung perbaikan sistem transportasi nasional.
Nah, perlu dikaji kembali dengan apa yang mereka maksudkan ini. Strategi pemberian kompensasi kenaikan harga BBM untuk masyarakat: Kompensasi untuk perlindungan kepada masyarakat tidak mampu, Kompensasi transportasi (Misalnya: pemberian kupon ongkos atau bus anak-anak sekolah, bantuan STNK dan KIR untuk angkutan umum), Kompensasi pangan (Misalnya menambah raskin), Kompensasi bantuan pendidikan.
Ini yang agaknya perlu kita perjelas dan catat dari pemerintah??
Apakah ini sudah menjadi solusi yang terencana atau bahkan hanya menjadi solusi untuk ‘mangumbok-ngumbok’ hati rakyat saja. BLT? Pada kasus yang sudah-sudah BLT tidaklah menjadi solusi merata. Banyak di antara masyarakat miskin yang tidak terdata dan tidak mendapatkan BLT sementara efek dari kenaikan BBM itu melanda seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali dan tentu saja sangat memukul rakyat miskin. Apalagi rencana ini juga berbarengan ddengan rencana kenaikan Tarif Daftar Listrik. Makin tercekiklah mereka, dari mana mereka akan mendapatkan uang untuk hidup sedang ketika BBM sekarang saja hidup mereka sudah morat-marit. Para ‘Wakil’ cobalah sering-sering melihat langsung bagaimana penderitaan masyarakat miskin di negeri ini. Tak akan tega untuk menaikkan BBM dengan alasan menyelamatkan APBN yang lebih banyak ‘digasak’ oleh orang-orang berada. Saklek! Pilih rakyat atau APBN yang bisa diselamatkan melalui pos lain.
Efek penderitaan begitu besar jika BBM tetap dinaikkan. Semenatara di sisi lain Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM pernah menyatakan bahwa 70% sumur migas di Indonesia dikuasai oleh perusahaan minyak dan gas asing dan mereka menunggak pajak. Kenapa kemudian pemerintah tak menekan mereka untuk membayar pajak?
Mengapa pemerintah merasa berat dan harus mencabut subsidi yang notebene merupakan hak rakyat, sebaliknya merasa ringan dalam menghambur-hamburkan APBN untuk bermewah-mewah? Subsidi yang dinikmati rakyat adalah uang rakyat pula. Para ’wakil’ yang terhormat bijaklah...
Sabtu, 21 Januari 2012
Dengan Memohon Penjagaan-NYA.. Bangkitlah..

Bismillah..
Dengan Menyebut Nama-MU ya Allah…
Ba’da Tahmid dan shalawat
Menikmati air yang menitik-nitik dan kemudian sejuk yang diresapkannya melalui celah-celah hati..
Allah… Allah.. Selalu beradakan kami dalam penjagaan-MU
Penjagaan yang begitu mahal harganya, sampai kemudian ketika berpaling sedikit saja maka luluh lantahlah kita oleh salah. Benar.. makin tinggi, angin akan lebih kencang.. lebih dingin, menusuk-nusuk tulang, membekukan darah, suatu ketika pula dia akan mengayun begitu perlahan. Sehingga sehabis bertahan kuat dia berubah menjadi melenakan dan kemudian menghempas...
Namun jika telah terjatuh, jangan takut untuk bangkit.. jangan sembunyikan wajah di balik malu.. Karena Allah selalu memberi harap.. meski gulir-gulir caci terus mengalir dan terasa sedikit memerihkan… belajarlah, belajarlah dari mereka yang mampu bangkit setelah salah..
Kaab bin Malik yang dengan menahan terkucilkannya dari kaum muslimin selama 40 hari 40 malam karena kelalainnya tertinggal dari pasukan perang Rasulullah.. karena kesabarannya dan kesungguhannya memohon ampun kepada Allah.. dia tercatat dalam sejarah… Ampunan atas kesalahannya langsung diturunkan dari langit kawan… Betapa indah sebenarnya kisah-kisah taubat yang kemudian mendapat uluran tulus dari-NYA.. yang kemudian menjadi penguat luar biasa bagi sang pendosa untuk kemudian lebih merapat padaNYA..
Hmm… Jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan, Sungguh di dunia ini tak ada lagi orang yang layak memberi nasehat. Tapi adalah kesalahan juga jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati hanya karena kita berselimut segan kepada saudara.. atau mungkin berselimut marah atas salahnya.. sehingga hanya mampu menyuarakan kesalahannya pada saudara yang lain lagi dan yang lain lagi dan seterusnya..
Di jalan cinta para pejuang nasehat adalah ketulusan kawan sejati, sahabat akrab bagi nurani demi menjaga cinta dalam ridhaNYA. Nasehatilah.. Maka akan lebih cepat dia kembali dalam sadar.. maka akan lebih merekah ukhuwah itu karena ketulusan dan cinta.. karena ingin kita akan kebaikannya..
Catatan inspirator dari seorang sahabat
“Jadikan cinta ini padaMU ya Allah berhenti di titik ketaatan.. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Karena aku tahu, menaatimu dalam hal yang berat adalah kepayahan, perjuangan dan gelimang pahala. Karena seringkali ketidaksukaanku hanyalah bagian dari ketidaktahuanku, atau kelalaianku.”
Pagi yang jernih, Rumah Ukhuwah KAMMI Al Fath UNP
Dalam hening.. Minggu 18 Desember 2011 (23 tahun lebih sebulan—waktu saya semakin berkurang :’)
Syukran terkhusus pada Ust. Salim A Filllah

