Sabtu, 04 Januari 2014
Sederhana...
Cinta kita sederhana... antara ikhlas dalam tiap pengorbanan, sabar akan semua ujian dan syukur atas segala kebaikan... #SyukurDiImamimu
Ajari dan Izinkan Kami Menggenggamnya..
Pada akhirnya.. diri tak akan berani merasa bahwa diri ini siapa? Setinggi apapun.. sesukses apapun... Maka yang terbaik adalah segumpal darah... kita sebenarnya sudah temukan, tapi mungkin masih ragu bagaimana menggenggamnya..
Rabu, 06 November 2013
Ya Rabbi... Fabi'ayyi ala irobbikuma tukadziban
Hamil anak ke-2, dengan anak pertama dalam papahan. Nyiapin sarapan suami, baju, mencium tangannya, mengajari Fathul cium tangan juga dan dadah, sebelum dia berangkat liputan. Trus ngampus, nguber-nguber dosen buat acc tesis. Ahh... sesuatu.
Ya Rabbi... jadikan rezeki sekaligus amanah kedua dari-MU ini menjadikan hamba menjadi pribadi nan luar biasa lagi. Kuatkan hamba. Mampukan hamba. T_T
Bukankah jangan minta diringankan beban, tapi memohonlah untuk kekuatan yang super? Selamat datang, Nak... di rahim bunda. Sebagai yang kedua setelah abangmu. Saat dirimu tiba, abang masih berusia 11 bulan. Belum bisa berjalan. Menitik air mata bunda saat mengecup keningnya dalam lelap, usai bunda menemukanmu.
"Ya Rabbi... mampukan hamba mencintai keduanya sekaligus, adil. Sama cinta. Sama sayang. Sama tegas. Jadikan hamba ibu yang patut menjadi sandaran sekaligus tauladan bagi mereka.."
T_T
Saat mendengar kabar tentangmu, Nak... kau tahu. Bunda menarik nafas dalam, dan menghembuskannya perlahan. "Bunda akan lebih baik lagi, untukmu... abang... Ayah, Bunda akan lebih mendekat lagi kepada Allah, bunda akan lebih banyak lagi membaca tentang pendidikanmu.. abang.. belajar banyak... aplikasi banyak,"
Bunda ndak kan hobi 'ngambok-ngambok'lagi sama ayah. Bunda ndak akan malas bangun sepertiga malam lagi. Bunda ndak akan malas makan lagi. Bunda ndak akan malas beres-beres rumah lagi.
Ya Rabbi.... ini merupakan luar-luar biasa. Fabi'ayyi ala irobbikuma tukadziban.
Ya Rabbi... jadikan rezeki sekaligus amanah kedua dari-MU ini menjadikan hamba menjadi pribadi nan luar biasa lagi. Kuatkan hamba. Mampukan hamba. T_T
Bukankah jangan minta diringankan beban, tapi memohonlah untuk kekuatan yang super? Selamat datang, Nak... di rahim bunda. Sebagai yang kedua setelah abangmu. Saat dirimu tiba, abang masih berusia 11 bulan. Belum bisa berjalan. Menitik air mata bunda saat mengecup keningnya dalam lelap, usai bunda menemukanmu.
"Ya Rabbi... mampukan hamba mencintai keduanya sekaligus, adil. Sama cinta. Sama sayang. Sama tegas. Jadikan hamba ibu yang patut menjadi sandaran sekaligus tauladan bagi mereka.."
T_T
Saat mendengar kabar tentangmu, Nak... kau tahu. Bunda menarik nafas dalam, dan menghembuskannya perlahan. "Bunda akan lebih baik lagi, untukmu... abang... Ayah, Bunda akan lebih mendekat lagi kepada Allah, bunda akan lebih banyak lagi membaca tentang pendidikanmu.. abang.. belajar banyak... aplikasi banyak,"
Bunda ndak kan hobi 'ngambok-ngambok'lagi sama ayah. Bunda ndak akan malas bangun sepertiga malam lagi. Bunda ndak akan malas makan lagi. Bunda ndak akan malas beres-beres rumah lagi.
Ya Rabbi.... ini merupakan luar-luar biasa. Fabi'ayyi ala irobbikuma tukadziban.
Rabu, 28 Agustus 2013
Keputusan di Jelang Sembilan Bulan
Fathul usia satu hari
Bismillah,
Sudah tanggal 20 Agustus 2013,
Lewat 12 hari dari usia delapan bulan Fathul.
Mesir masih terus bergejolak. Menitik-nitik melihat
kabar-kabar yang tersiar. Nak, mencermati media negeri kita… Indonesia. Meski
ayahmu wartawan, bunda pilu…
***
Perjalanan usia tujuh bulan jelang delapan bulan merupakan
langkah yang cukup berat. Diawali dengan panas tinggi, batuk, flu di
pertengahannya, mengejutkan. Bunda menangis, tahu kalau itu merupakan hal
biasa. Begitu kata dokter, referensi-referensi yang bunda baca, kata tetangga…
Cuma kecemasan tetap jua tak mau sirna. Seperti biasa, ayahmu menyabarkan. Skin
to Skin, daun Jarak, kompres bawang merah, kompres air hangat, asam jawa.
Macam-macam. Yang paling menyiksa sebenarnya bukanlah kebingungan bunda
menghadapi panasmu. Tapi kondisi bunda yang harus berbagi dengan kerja.
Ramadhan merupakan waktu fighting bagi Dompet Dhuafa. Benar-benar sibuk.
Tanggung jawab sebagai Ketua Tim Ramadhan membuat bunda benar-benar bingung.
Momen itu pun menjadi momen luar biasa berharga bagi Bunda, sampai
akhirnya memutuskan mantap, Bunda akan berhenti kerja. Kita akan punya banyak
program bersama Nak. Al fathihah di pagi hari, cerita tentang Rasulullah,
Khalifah Umar bin Khatab, Khalid bin Walid dan banyak lagi mereka yang akan
bunda kenalkan. Sampai kemudian tauladanmu adalah Rasulullah dan para sahabat…
ayah… juga orang-orang baik yang akan kamu temui kelak..
Sungguh gerimis menyaksikan Adi, bocah usia 3 tahun yang
sudah hafal 3 Juz. Ya Rabb… pantaskah aku memiliki Fathul yang Hafidz Quran,
Fathul yang Shaleh, yang akan menjadi kebanggaan dunia akhirat bukan bunda dan
ayahnya saja, tapi umat. Kebanggaan yang lahir karena ketakwaannya kepada-MU ya Allah,
kemuliaan akhlaknya, kecerdasan, kekuatan, kekokohan dan kebijakannya dalam
menjalani bahtera hidup.
Ya Rabb… pantaskan hamba menjadi ibunya…
Selasa, 16 Juli 2013
Gigi di Jelang 7 Bulan
Bismillah,
3 hari sebelum tepat usia 7 bulan (8 Juli) Anak Shaleh itu bangun duluan, di saat sang Bunda sudah satu jam mematikan alarm pukul 03.00. Antara sadar dan tiada Bunda merasakan, tangan kecilmu meraih jemari bunda. Memegang jari tengahnya.. menggesek-gesekkannya tepat di tajam dua gigi bawah yang baru menyembul. Seakan memberi tahu (Bund... nih Fathul ada kejutan). Kantuk hilang. Sontak aku bangun dengan wajah langsung mencari wajah obat lelah selalu itu. Setengah berteriak aku mengatakan, "Ayah... Fathul udah ada giginya... Ayah... " Si ayah... dengan kantuk tersenyum. Bangun. Juga ingin menyaksikan.
Fathul? tergelak #LuvUAnakShalehBundaAnakBaikAya h
Ba'da itu, Fathul flu :( sekitaran 3 hari. Tapi teteeeeppp. Ga bisa diem. Geraaakk aja. Baru bunda pasangin celana di kaki kanan... eh dah berbalik. Tengkurap. Merayap. Bunda kejar. Dia tergelak. Bunda tangkap dia monyongin mulut kek di foto :D
3 hari sebelum tepat usia 7 bulan (8 Juli) Anak Shaleh itu bangun duluan, di saat sang Bunda sudah satu jam mematikan alarm pukul 03.00. Antara sadar dan tiada Bunda merasakan, tangan kecilmu meraih jemari bunda. Memegang jari tengahnya.. menggesek-gesekkannya tepat di tajam dua gigi bawah yang baru menyembul. Seakan memberi tahu (Bund... nih Fathul ada kejutan). Kantuk hilang. Sontak aku bangun dengan wajah langsung mencari wajah obat lelah selalu itu. Setengah berteriak aku mengatakan, "Ayah... Fathul udah ada giginya... Ayah... " Si ayah... dengan kantuk tersenyum. Bangun. Juga ingin menyaksikan.
Fathul? tergelak #LuvUAnakShalehBundaAnakBaikAya
Ba'da itu, Fathul flu :( sekitaran 3 hari. Tapi teteeeeppp. Ga bisa diem. Geraaakk aja. Baru bunda pasangin celana di kaki kanan... eh dah berbalik. Tengkurap. Merayap. Bunda kejar. Dia tergelak. Bunda tangkap dia monyongin mulut kek di foto :D
Selasa, 18 Juni 2013
6 Bulan (berat)
Bismillah
Rabu, 12 Juni 2013
12:46
Menunggu jemputan makan siang
Luvly Husband
Fathul Islam Definda namanya, 8 Juni lalu, tepat berumur 6 bulan. Jika ibu-ibu di Jepang akan langsung menghentikan aktivitas kantor/kerjanya begitu mendengar sudah ada janin di rahimnya, tidak dengan bunda. Kenapa?
Ikatan amanah bunda masih harus berjalan dan ada rencana-rencana yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak yang harus bunda tuntaskan hingga tiba masa.
Bunda ingat apa kata Ayah, "Bunda nyaman ya di sana, kerja sambil beribadah, bisa menjadi perantara pertolongan Allah."
Bunda cinta pekerjaan bunda, tapi tentu lebih mencintaimu, Nak. Insyaallah, 3,5 bulan itu akan segera datang.
Sudah sejak senin berurai tangis. Tak boleh diam. Kalau tidak, ingat dan jatuhlah dia.
"Sementara Bund, sabar...," kata ayahmu menenangkan. Disusul dengan canda-canda. Meski bunda tahu, dia juga berat.
Hari ini bunda dan ayah pulang, bawa persediaan ASI. Banyak. Ada 7 botol.
Rindu juga.... sangat banyak, Nak :'(
Jumat bunda pulang lagi. Minggu kita ke Padang. Bertiga. Seninnya Fathul akan punya banyak teman baru. Tidur malamnya akan bersama bunda lagi. Peluk sayang untukmu, sayang.
Ibu mana yang tidak ingin memiliki hubungan yang dekat dan akrab dengan bayinya. Berikan semua yang terbaik dari kita untuk memaksimalisasi pendidikannya. Sungguh, 0-6 tahun itu tahun yang singkat.
Kita tidak bisa menjamin, akan menjadi apa anak kita kelak. Namun tugas utama kita (orangtua) sekarang adalah memenuhinya dengan bekal. Dunia begitu memperdaya. Kalau tidak punya cukup bekal, dia akan lebih mudah kehilangan arah.
Saya tentu akan sangat menyesal jika tidak membersamainya dengan maksimal di saat-saat dia sedang butuh-butuhnya seperti sekarang ini.
Bagi teman-teman yang kelak akan menyusul saya, memiliki baby :') Hentikanlah 'bekerja' ketika dia sudah tiba. Proyek terbesar kita adalah dia. Kita sekolah tinggi-tinggi tapi untuk luar, sementara anak hanya diasuh dengan baby sitter, yang dari segi pendidikan dan karakternya pun kita tidak yakin.
O.. iya, sampai lupa. di usia 5,5 bulan Fathul sudah pandai merangkak, sekarang rangkakannya sudah luar biasa kencang. Yang menjadi favoritnya adalah hamparan kabel-kabel. Entah itu kabel TV, carger Laptop, handphone, lampu, pokoknya semuanya. Jangan ditanya bagaimana ekspresinya ketika sang ayah atau bundanya membuka laptop, dia akan buru-buru memburu. Atau, merangkak diam-diam :) dan taraaa... sudah sibuk menghentak-hentakkan tangannya pada keyboard.
Kalau membaca buku, bunda harus mengangkatnya tinggi (kebiasaan buruk yang susah diubah, membaca sambil tiduran). Kalau dulu posisi biasanya menelungkup, sekarang tentu tak lagi bisa.
Gaya menangis sudah berbeda pula "babp..babp..bapb" kalau minta digendong... berteriak-teriak sendiri kalau minta ditemenin, dan... gaya tangis biasa...
Tertawanya.. ah...
Maka..
Nikmat Allah yang mana lagi yang mampu saya dustakan
Rabu, 12 Juni 2013
12:46
Menunggu jemputan makan siang
Luvly Husband
Fathul Islam Definda namanya, 8 Juni lalu, tepat berumur 6 bulan. Jika ibu-ibu di Jepang akan langsung menghentikan aktivitas kantor/kerjanya begitu mendengar sudah ada janin di rahimnya, tidak dengan bunda. Kenapa?
Ikatan amanah bunda masih harus berjalan dan ada rencana-rencana yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak yang harus bunda tuntaskan hingga tiba masa.
Bunda ingat apa kata Ayah, "Bunda nyaman ya di sana, kerja sambil beribadah, bisa menjadi perantara pertolongan Allah."
Bunda cinta pekerjaan bunda, tapi tentu lebih mencintaimu, Nak. Insyaallah, 3,5 bulan itu akan segera datang.
Sudah sejak senin berurai tangis. Tak boleh diam. Kalau tidak, ingat dan jatuhlah dia.
"Sementara Bund, sabar...," kata ayahmu menenangkan. Disusul dengan canda-canda. Meski bunda tahu, dia juga berat.
Hari ini bunda dan ayah pulang, bawa persediaan ASI. Banyak. Ada 7 botol.
Rindu juga.... sangat banyak, Nak :'(
Jumat bunda pulang lagi. Minggu kita ke Padang. Bertiga. Seninnya Fathul akan punya banyak teman baru. Tidur malamnya akan bersama bunda lagi. Peluk sayang untukmu, sayang.
Ibu mana yang tidak ingin memiliki hubungan yang dekat dan akrab dengan bayinya. Berikan semua yang terbaik dari kita untuk memaksimalisasi pendidikannya. Sungguh, 0-6 tahun itu tahun yang singkat.
Kita tidak bisa menjamin, akan menjadi apa anak kita kelak. Namun tugas utama kita (orangtua) sekarang adalah memenuhinya dengan bekal. Dunia begitu memperdaya. Kalau tidak punya cukup bekal, dia akan lebih mudah kehilangan arah.
Saya tentu akan sangat menyesal jika tidak membersamainya dengan maksimal di saat-saat dia sedang butuh-butuhnya seperti sekarang ini.
Bagi teman-teman yang kelak akan menyusul saya, memiliki baby :') Hentikanlah 'bekerja' ketika dia sudah tiba. Proyek terbesar kita adalah dia. Kita sekolah tinggi-tinggi tapi untuk luar, sementara anak hanya diasuh dengan baby sitter, yang dari segi pendidikan dan karakternya pun kita tidak yakin.
O.. iya, sampai lupa. di usia 5,5 bulan Fathul sudah pandai merangkak, sekarang rangkakannya sudah luar biasa kencang. Yang menjadi favoritnya adalah hamparan kabel-kabel. Entah itu kabel TV, carger Laptop, handphone, lampu, pokoknya semuanya. Jangan ditanya bagaimana ekspresinya ketika sang ayah atau bundanya membuka laptop, dia akan buru-buru memburu. Atau, merangkak diam-diam :) dan taraaa... sudah sibuk menghentak-hentakkan tangannya pada keyboard.
Kalau membaca buku, bunda harus mengangkatnya tinggi (kebiasaan buruk yang susah diubah, membaca sambil tiduran). Kalau dulu posisi biasanya menelungkup, sekarang tentu tak lagi bisa.
Gaya menangis sudah berbeda pula "babp..babp..bapb" kalau minta digendong... berteriak-teriak sendiri kalau minta ditemenin, dan... gaya tangis biasa...
Tertawanya.. ah...
Maka..
Nikmat Allah yang mana lagi yang mampu saya dustakan
#doapenjagaanALLAHselaluuntukmu
Jumat, 07 Juni 2013
Dan Cermin itu... Adalah Mereka
Ada pula.. Orang-orang yang melihat wajahnya saja sudah membuat penat. Hawa
kedatangannya pun membuat resah. Kalau berurusan naudzubilah.. Payahnya. (Pada posting sebelumnya kita bicara sikit tentang orang-orang yang dirindu :))
Mungkin.... Kita pernah atau sering terjebak untuk harus berkomunikasi dengan orang-orang model begini. Kalau ditengok KTP. Agamanya Islam. Klo ditengok penampilannya rapi sangat, malah kadang berjilbab pula.
Namun, mengutip kata ust. Salim A Fillah dalam DDU-nya, pada bag. Semua adalah Cermin, setiap org yang berada di sekeliling kita, termasuk mereka yang paling menyakiti kita, sudah diizinkan Allah untuk berada pada posisi itu. Untuk kemudian menjadi cermin. tempat kita mengambil hikmah. Waktu kita untuk belajar tentang kebijakan. Tentang pengertian. Tentang bersikap. Dan mengambil prinsip. Akan jadi yang bagaimanakah kita?
Sama dengannya atau lebih mulia? Ya Rabb.. Sungguh sebaik-baik tauladan adalah kekasih-Mu. Yg dalam diam dan katanya bergumul kebaikan. Yang ketika bermuka masam saja Engkau tegur dengan sebuah surah. Ah.... Seandainya pada kami, sudah tebal setinggi langit (atau bahkan lebih) buku kami karena setiap hari atau justru setiap detik, kami pantas dengan teguran-Mu
Jadikanlah kami senantiasa menjadi orang yang bergerak selalu pada kebaikan, yang tiap kata dan sikap adalah manfaat. Bukan justru luka bagi saudara.
Ditulis untuk saudara2 yang saya cintai, mereka yang juga telah sabar berada di sekeliling saya. Meski kadang bebal, pada kalian saya bercermin :)
Mungkin.... Kita pernah atau sering terjebak untuk harus berkomunikasi dengan orang-orang model begini. Kalau ditengok KTP. Agamanya Islam. Klo ditengok penampilannya rapi sangat, malah kadang berjilbab pula.
Namun, mengutip kata ust. Salim A Fillah dalam DDU-nya, pada bag. Semua adalah Cermin, setiap org yang berada di sekeliling kita, termasuk mereka yang paling menyakiti kita, sudah diizinkan Allah untuk berada pada posisi itu. Untuk kemudian menjadi cermin. tempat kita mengambil hikmah. Waktu kita untuk belajar tentang kebijakan. Tentang pengertian. Tentang bersikap. Dan mengambil prinsip. Akan jadi yang bagaimanakah kita?
Sama dengannya atau lebih mulia? Ya Rabb.. Sungguh sebaik-baik tauladan adalah kekasih-Mu. Yg dalam diam dan katanya bergumul kebaikan. Yang ketika bermuka masam saja Engkau tegur dengan sebuah surah. Ah.... Seandainya pada kami, sudah tebal setinggi langit (atau bahkan lebih) buku kami karena setiap hari atau justru setiap detik, kami pantas dengan teguran-Mu
Jadikanlah kami senantiasa menjadi orang yang bergerak selalu pada kebaikan, yang tiap kata dan sikap adalah manfaat. Bukan justru luka bagi saudara.
Ditulis untuk saudara2 yang saya cintai, mereka yang juga telah sabar berada di sekeliling saya. Meski kadang bebal, pada kalian saya bercermin :)
Langganan:
Postingan (Atom)



