Jumat, 28 Januari 2011

ENGKAU lebih tahu apa yang terbaik ya ALLAH...

keinginan untuk terus mengkhusyuk di sebuah tempat yang kukira akan membuat kegelisahan ini meluruh... PASTI. Karena aku akan bersamaNYA. Hanya bersamaNYA.
Karena DIA kuasa atas segala urusanku, tak ada yang perlu aku ragukan. Tak ada yang mestinya membuatku resah... Apa yang mesti aku risau? yang bersamaku adalah DIA... Maha Segalanya...
Jilan... kau akan lalui ini jua. meski dengan galau atau dengan tenang. Jika yakin akanNYA, maka semua akan baik-baik saja. BAIK-BAIK saja...
ALLAH hanya kepadaMU aku berharap
ENGKAU lah sebaik-baik penolong...
dan ENGKAU lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambaMU
Untukku...
dengan segenap rasa yang ada, kupasrahkan semua ini padaMU. Pemilik nyawaku. Yang jiwaku berada dalam genggamanNYA.
Yang berusaha senantiasa mencintai...
menempatkanMU selalu di puncak tertinggi
J_AR

Jumat, 14 Januari 2011

Dusun Penuh Pesona






Akan cinta ketika mengenali...

Petang Hari: Air Terjun Curup Tenang







Hari sudah menjelang petang ketika itu, mereka mulai mengemasi barang dagangan. Selesai dari menjumput rejeki, lewat tangan-tangan mereka yang tengah berwisata. Tanah kering kecil di tengah sungai menjadi posisi yang cukup strategis..

Rabu, 01 Desember 2010





GOA: Ngalau Pangian Lintau Buo





NGALAU Pangian



Subhanallah.. meluncur berulang kali melihatnya, mendengar gemericik air dan angin yang berdesir, stalagtit, stalagmit... Hanya ada itu dan dada yang mulai berdegup

"Satu setengah sampai dua jam waktu tempuh, tembus ke Batusangkar," kata ibu singkat tadi pagi.

"Banyak ular, kalau bertemu biarkan saja."

"Sampai di cabang dua saja, nanti tersesat."

"Ada petak-petak seperti sawah yang berisi air hangat..."
Kami sudah 5 kali menyebrang bolak-balik. Amatir. Hanya bermodal senter cas satu. Sementara telepon genggam masing-masing suda tat...tutt... kehabisan baterai. Berempat. Bunyinya saja satu sahabatku ini orang Lintau, tapi tidak tahu medan. Sepuluh menit dari pintu goa. Jaketku sudah seperti mau sobek ditarik.
"Kata ibu kan sampai mulutnya saja," terbata suara itu.
"Hmm..." tanggapanku.
"Nanti kita tersesat," satu suara lain lagi.
Sungguh... aku begitu menikmati mereka ketika itu.
Kupegang tangan mereka erat. "Tak apa... Kita berhenti sampai bertemu 'cabang dua' itu".
Kata yang kemudian disusul, "Udah tu... udah.... udah,"
Aku tersenyum dalam gelap, dalam getar yang juga luar biasa sebenarnya...
Kami berhenti ketika salah satu mengatakan

“Ular....”

"Hmm.. Ya sudah! kita pulang," ujarku.

hhh...... (helaan nafas yang lagi-lagi membuatku mengulum senyum...)

Subhanallah....

"Aku akan kembali," lirihku.

Menuntaskannya sampai Tanjung Berulak kutulis menjadi salah satu daftar tambahan setelah Singgalang, Mahameru, dan mentawai..

Tutup Kisah

Hari ini…

aku tutup sudah lembar ujian di step ini, aku tuntaskan, akhirnya berani juga aku selesaikan meski tertatih, walau penyelesaian ternyata memakan waktu yang sangat lama, pengalaman pertama dan semoga menjadi pengalaman terakhir untuk ujian yang macam ini. Hm… akhirnya aku keluar… Insyaallah menuju step yang berikutnya. Yang kutahu akan semakin berat, semakin menguras ruh, menguras rasa, menguras piker, juga fisik.

Hanya seorang hamba yang terus mencoba menujuMU

Seperti halnya belajar di sekolah ataupun perguruan tinggi, dalam hidup kita juga diberikan ujian-ujian yang akan menjadi tolok ukur kemampuan, kegigihan, dan kelayakan. Sudah sampai batas manakah iman itu dalam dada? Untuk kemudian diajukan ke jenjang yang lebih tinggi, jika lulus. Jika tidak? Akan terus diremidial di titik yang sama. Titik terlemah. Seperti yang pernah almarhum K.H Rahmat Abdullah katakan, “kita akan selalu diuji pada titik terlemah.” Dan setiap manusia memiliki titik-titik yang berbeda.

Bisa jadi sekarang di titik ekonomi, esok dititik lainnya, dan begitu terus berlanjut.

Di setiap step itu, sebenarnya ini sudah sangat cukup untuk menguatkan kita, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya.…

Teruslah melaju ke step berikutnya, dan kelak akhirilah perjalanan panjang ini sebagai seorang pemberani, sebagai seorang pemenang.

Betapa wajahNYA yang selalu menjadi impian…